Larangan Buku Beredar

dp

Dalam sejarah pelarangan buku beredar sudah dikenal. Di Iskandariah, Mesir, pernah buku-buku di perpustakaan dibakar oleh seorang pendeta, yang menganggap buku-buku itu sangat berbahaya.

Ketika Hulagu Khan menyerbu Bagdad tahun 1258 m bagai buldoser semua dihancurkan, manusianya dibantai massal, termasuk buku-buku. Ribuan buku dibuang ke sungai Tigris untuk dijadikan alas kuda. Airnya menjadi merah dan hitam karena tinta dari buku-buku itu.

Dari Bagdad mengalir cahaya ke Andalusia. Andalusia bersinar karena di negeri ini berdiri universitas, muncul para ilmuwan yang menghasilkan berbagai karya tulis yang menyinari hati dan pikiran masyarakatnya. Namun, suatu ketika sinarnya padam. Musuh-musuh yang takut cahaya memadamkannya. Mereka semua terusir.

Lalu sinarnya merembes ke wilayah lain di Eropa. Sedikit demi sedikit kabut kegelapan mulai sirna. Walau cahaya itu tidak penuh. Dan mulailah adanya kebangkitan. Tetapi kebangkitan itu lepas kendali dan menghancurkan termasuk wilayah-wilayah yang jauh dari pusat. Apakah itu karena dendam, keserakahan atau kebingungan? Mungkin, gabungan dari semuanya…

Sejarahlah yang menjadi saksinya! Ketika mereka bangkit terjadi kerusakan di mana-mana, penjajahan, penjarahan dan perbudakan merejalela. Awalnya mereka berdalih kirim ekspedisi ke wilayah-wilayah jauh, Afrika, Asia dan Amerika Latin.

Bagaimana di Indonesia?

Di zaman Orde Lama buku-buku yang diterbitkan kelompok yang kontra komunis dilarang berdedar. Yang melarang buku beredar adalah pemerintah tapi itu atas desakan kaum komunis, seperti terhadap para sastrawan. Bahkan ada sastrawan hanya dengan tuduhan palsu dapat dijebloskan ke dalam penjara.

Lalu di zaman Orde Baru pun demikian terdapat larangan. Buku-buku yang dilarang yang dianggap pro komunis atau berisi ajaran komunis dan juga yang berisi kritikan terhadap pemerintah. Penguasa berdalih, bahwa buku-buku semacam itu berbahaya.

Mungkin berbahaya, sebab dengan membaca buku dapat membuka wawasan dan memelihara serta menghidupkan akal sehat. Juga mengusir kegelapan.

…..

Buitenzog, 4-6-2013

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di kisah dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Larangan Buku Beredar

  1. yisha berkata:

    otoritarianime apa, ka? 😕

  2. Lonna Jo berkata:

    Beautiful poem

  3. luaydpk berkata:

    Thanks, all bloger…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s