filosof ateis

Mengapa beberapa filosof ateis? 

Mereka mencari Tuhan melalui pikiran dan ternyata tidak ditemukannya. Dalam teks-teks filsafat juga tidak dijumpai. Juga melalui pengalaman keagamaan lingungan budaya dan kehidupan sehari-hari, yang tersedia hanya Tuhan yang sulit dimengerti secara logis. Semakin jauh melengkah dan semakin jauh pula untuk kembali.

Mereka bukan pembebek yang memaksa pikiran untuk menerima apa yang tidak masuk akal. Maka wajar jika akhirnya menjadi seperti itu.

Banyak jalan menuju kebenaran. Namun banyak pencari jalan kebenaran yang tidak sampai dan bahkan salah jalan atau tersesat. Mengapa demikian?

Konsepsi hidup materialism sekarang ini adalah pembalasan dendam Eropa terhadap ‘kerohanian’ gereja yang telah kesasar dari kebenaran-kebenaran hidup alami”.

“…tiga dari sebab-sebab, mungkin sebab utama, mengapa peradaban Barat itu begitu sempurna antiagama dalam konsepsi dan metode-metodenya: pertama ialah warisan peradaban Romawi dengan sikapnya yang sama sekali materialistis  berhubung dengan kehidupan manusia dan nilai-nilai yang terpadu padanya; yang kedua, pemberontakan alam insani melawan sikap benci pada dunia dari agama Kristen dan sikap Kristen menindas hasrat-hasrat alami dan usaha-usaha yang halal dari manusia (yang diikuti oleh sekutu-sekutu gereja dengan para penguasa politik dan ekonomi dan pengesahannya dengan diam-diam atas setiap eksploitasi yang dapat dirancangkan para penguasa itu); dan yang ketiga, konsepsi ketuhanan yang antropomorfis. Pemberontakan agama ini sepenuhnya berhasil –demikian berhasilnya sehingga berbagai sekte dan gereja Kristen berangsur-angsur terpaksa menyesuaikan doktrin mereka dengan kondisi sosial dan intelektual Eropa. Ketimbang mempengaruhi dan membentuk kehidupan sosial para penganutnya sebagai kewajiban agama yang utama, agama Kristen telah mengundurkan diri dalam peranan sebagai satu konvensi yang ditolelir dan menjadi jubah bagi usaha-usaha politik“. (Muhammad Asad, h, 40)

Hal itu dapat dimaknai bahwa akal manusia terbatas untuk memahami jalan kebenaran tanpa bimbingan wahyu.

Berbahagialah bagi mereka yang telah menemukan jalan menuju Tuhan…

….

26-5-2013

Iklan

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di filsafat dan tag , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke filosof ateis

  1. yisha berkata:

    beneran ”ketika”
    aih, yisha kangen puisi2 kaka……….

  2. cormi57 berkata:

    pertama ialah warisan peradaban Romawi dengan sikapnya yang sama sekali materialistis berhubung dengan kehidupan manusia dan nilai-nilai yang terpadu padanya…

    Peradaban Romawi selalu religius. Mereka percaya pada banyak dewa. Agama Romawi dari tahun 300 M menjadi sangat spiritual. Omong-omong: kultus misteri, Neoplatonisme, Stoicisme. Kekristenan pada tahun 300 M menjadi agama negara. Kekristenan mengambil warisan spiritual Stoicisme dan Neoplatonisme. Kekristenan dengan demikian menjadi agama spiritual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s