Sejarah Eksploitasi

“Dalam sejarah manusia, ini merupakan fenomena yang lebih umum terlihat; dan di masa kolonialisme, neo-kolonialisme dan imperialism, fenomena ini terlihat sangat mencolok. Orang-orang Eropa Barat meningkatkan standar kehidupan mereka setinggi-tingginya dengan mengorbankan tenaga kerja murah dan sumber-sumber alam di Afrika dan Asia. Selanjutnya, Amerika mengikuti tindakan mereka, dan dunia terbagi menjadi kelompok Utara yang kaya dan dan kelompok Selatan yang miskin. Selama lebih dari satu abad, eksploitasi kolonialis atas Asia dan Afrika telah menumpuk cadangan modal yang sangat besar di negara-negara Barat, yang memungkinkan industry mereka berkembang pesat. Revolusi teknologi sekarang ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya berjuta-juta orang Asia dan Afrika yang bekerja keras di perkebunan-perkebunan dan pertambangan-pertambangan, tanpa adanya ribuan kapal yang mengangkut kekayaan Asia-Afrika – hasil pertanian, bahan mentah, produk tambang, atau produk setengah jadi – ke Eropa dan Amerika. ”

Prof. Ismail Raji al-Faruqi, ilmuwan asal Palestiana yang terusir dari tanah kelahirannya dan meninggal di tanah rantau akibat dibunuh, kelompok tertentu.

10-2-2022

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di sejarah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Sejarah Eksploitasi

  1. cormi57 berkata:

    Eksploitasi: itu benar.
    Revolusi teknologi: itu ditentukan oleh borjuasi industri, itu tidak ditentukan oleh aristokrasi bertanah dan budak.
    terima kasih atas pendapat yang Anda tulis. 🙂

    • luaydpk berkata:

      ya itu dalam sejarah Eropa, yang akhirnya mereka mencari bahan mentah dan tenaga murah merambah ke kawasan lain, termasuk Indonesia oleh Belanda. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s