Diskusi Tentang Iqbal

photo1576

Aula HB Jassin Jakarta (dok.pribadi)

“Muhammad Iqbal Pembangun Spiritual di Penjuru Dunia”

Di Gedung HB Jassin Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada 13 Sept 2019

Keynote speaker Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salik Khan. Ia menguraikan mengenai biografi Iqbal dan perannya untuk berdirinya negara Pakistan.

Pembicara yang hadir Prof. Yunan Yusuf, Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM) Dr. Masud M Nur dan Khan.

Dalam diskusi itu Prof. Yunan mengatakan bahwa syair-syair Iqbal bertumpu pada filsafat pribadi. Seperti dalam karyanya Asrari Khudi (Rahasia-rahasia Pribadi) yang diterjemahkan oleh Bahrum Rangkuti ke dalam bahasa Indonesia. Dikatakannya, khudi berasal dari huda.

Ia lama belajar dan tinggal di Barat, Inggris dan Jerman. Ia mempelajari kebudayaan Barat yang melahirkan kapitalisme dan komunisme. Melalui syair-syairnya ia kritik Barat. Ia tidak ingin kaum muslim mengikuti jalan yang ditempuh Barat.

Dr Masud mengatakan syair-syair dan puisi Iqbal  yang banyak dikenal di dunia Islam dan dunia umumnya banyak mengandung pesan spiritual.

Pembicara lain, Khan, mengungkapkan bahwa syair-syair Iqbal banyak dipelajari di banyak negara. Dalam suatu perkumpulan datang dari berbagai negara, Rusia, Cina dsb untuk membicarakan karya Iqbal.

Dalam karya-karyanya ia banyak terinspirasi al-Qur’an.

Dr Muhammad Iqbal penyair-filosof Pakistan-001

 

Bogor, 20-9-2019

Dipublikasi di diskusi | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Islam dan Kepemimpinan dalam Sejarah

Islam sebagai agama sudah disempurnakan sebagaimana dinyatakan dalam wahyu terakhir al-Quran. (Hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu… )  Umatnya dituntut untuk mempelajarinya (fardhu ‘ain). Setiap Muslim wajib mempelajari, memahami dan mengamalkannya. Sebab dalam Islam tidak ada dominasi pemahaman agama oleh kalangan tertentu. Siapapun bisa menjadi ahli agama (ulama) jika ia mau dan mampu mempelajarinya. Juga tidak ada struktur kekuasaan keagamaan. Semua sejajar, sederajat, mengenai kualitas iman dan taqwa hanya Allah yang Maha Tahu.

Islam yang dipraktekkan oleh nabi Muhammad Saw dan sahabat sangat ideal. Dalam arti, apa yang diwahyukan dipraktekan oleh Nabi Saw. Sahabat patuh mengikuti apa yang dilakukan Nabi Saw walau dalam beberapa hal kadang mengikuti pendapat (ijtihad) sahabat. Umat Islam setelah periode  jauh dari kehidupan Nabi Saw dan para sahabat semakin berkurang pemahaman terhadap agamanya dan juga pelaksanaannya.

Lebih-lebih di zaman sekarang yang jauh dari masa Nabi Saw. Oleh karena jarak yang demikian jauh sekitar 15 abad lalu maka pemahaman dan pelaksanaan agama umat semakin kurang dan jauh dari ideal. Inilah fakta yang harus disadari oleh orang saat ini.

Jika kita lihat sejarah. Ketika khalifah Utsman bin Affan terbunuh oleh sekelompok orang ekstrim dan naiknya Ali ra menjadi khalifah terjadi krisis politik. Krisis politik ini dampaknya sangat jauh, dan mencabik-cabik kedaulatan Islam yang masih baru.

Zaman sahabat Ali bin Abi Thalib ra ada orang-orang yang hapal Qur’an yang disebut qurra, yang hanya hapal, namun pemahamannya sangat kurang. Akibatnya mereka sangat ekstrim dalam menentang Ali. Mereka keluar barisan pendukung Ali, yang kemudian disebut kaum Khawarij. Di samping kaum Khawarij ada Muawiyah, ketika itu gubernur Syam, yang menentang Ali ra. juga. Di sisi lain ada pendukung Ali ra yang disebut syiat. Muawiyah, walaupun dalam beberapa perang telah berjasa, namun ia termasuk kaum tulaqa. Kaum tulaqa ini adalah kaum kafir Quraisy yang setelah Makah dapat dibebaskan (fath) mereka semua bebas menentukan pilihan. Dan kemudian mereka masuk Islam karena sudah terjepit. Mereka masih terikat kepada tradisi Jahiliyah, masih fanatik kesukuan, yang pada masa selanjutnya mempengaruhi sejarah perkembangan Islam.

Di masa Muawiyah bin Abi Sufyan inilah kekuasaa diwariskan kepada anaknya, Yazid. Hingga akhirnya Ali ra terbunuh, maka dimulailah kepemimpinan dalam Islam berubah menjadi kerajaan atau dinasti, yang pergantiannya dilakukan secara turun temurun. Berbeda dengan masa sebelumnya, pergantian kepemimpinan melalui musyawarah (syura).

Depok, 29-8-2019

Rujukan

M Husain Haikal, Sej. Hidup Nabi Saw

Ali Audah, Ali bin Abi Thalib, (2005)

 

 

 

Dipublikasi di sejarah | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Quotes

“karena kekuatannya, kemampuannya untuk menenggelamkan realitas, menyederhanakan berbagai isu, dan ini yang mebahayakan, dan mempengaruhi berbagai peristiwa, media bagaikan iblis zaman ini, ada di mana-mana dan berkuasa; sebab dan akibat zeitgeist zaman posmodernis”.

Akbar S. Ahmed

Dipublikasi di Penulis, Tokoh | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Beban Tas Anak Sekolah

Hasil gambar untuk anak sd bawa tas besar

Ini hanya ilustrasi

Sering saya mengantar anak pergi ke Sekolah (Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar). Jika dilihat tas anak-anak sekolah terlalu besar dan berat. Ukuran tasnya besar tidak proporsional dengan tubuhnya yang kecil dan bebannya berat.

Hal itu tentu harus diperhatikan.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, misal Malaysia dan Singapura. Di dua negara itu beban Tas anak-anak sekolah dibatasi dan disesuaikan dengan ukuran tubuh dan kekuatannya.

Ada yang mengatakan bahwa beban berat pada anak akan menghambat pertumbuhan tubuhnya. Ini tentu sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu harus dicarikan solusi untuk jangka panjang atas persoalan itu.

29-7-2019

 

Dipublikasi di Indonesia, Pendidikan | Tag , , , , , | 2 Komentar

Quotes

“Masa lampau, masa sekarang dan masa depan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan . Mengenal masa lampau adalah suatu langkah untuk menentukan diagnosis yang tepat  masa sekarang serta mengatur masa yang akan datang. Sama halnya dengan pengetahuan seorang dokter mengenai masa lampau penyakit penderitanya, yakni langkah paling baik untuk membuat diagnosis serta cara pengobatannya.”

Dr. M Husain Haekal, penulis Sejarah Hidup Muhammad Saw ( Hayaatu Muhammad).

Dipublikasi di Belajar Sejarah | Tag , , | 2 Komentar

Quotes

 “Jika tidak ada agama Islam di Indonesia ini, niscaya akan lenyaplah kebangsaan Indonesia dari kepulauan ini, karena derasnya arus paham kebaratan. Memang kebangsaan Indonesia akan tetap juga di Indonesia, akan tetapi kebangsaan itu tidak asli lagi”.

Dalam sambutan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, pada kongres PUSA di Kutaraja KH A Wachid Hasyim mengutip Douwes Dekker (Dr. Setia Budi)

Dipublikasi di Belajar Sejarah, Indonesia | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Oei Hiem Hwie dan Medayu Agung: Merawat Kenangan, Membangun Sejarah

Perpustakaan Medayu Agung dibentuk dari kenangan dan pengalaman pribadi sang pemilik, Oei Hiem Hwie, demi membangun sejarah yang lebih besar.

Sumber: Oei Hiem Hwie dan Medayu Agung: Merawat Kenangan, Membangun Sejarah

Dipublikasi di Belajar Sejarah, Indonesia, sejarah | Meninggalkan komentar