Piagam Madinah

Piagam Madinah ini riwayat dari Ibn Hisyam diriwayatkan dari Ibn Ishaq tanpa adanya beberapa bagian ke dalam beberapa pasal. Yang melakukan pembagian ini agar mudah dipahami sebagai dokumen politik agar jelas makna dan nilainya, adalah Dr. Muhammad Humaidillah al-Haidar Abadi al-Hindi.

Piagam ini adalah hasil musyawarah antara Rasulullah Saw dengan para sahabat dan ketika mereka bersepakat, maka Nabi Muhammad Saw mendiktekan redaksinya kepada Ali ibn Abi Thalib. Ali adalah penulis dan saksi yang adil yang tidak mungkin mengganti atau mengubah redaksi. Dia orang yang bisa dipercaya, sehingga dipercaya semua orang.

Piagam ini ditulis dalam beberapa tahap dan karena itu para peneliti menyebutnya beberapa dokumen.

Bismillahirrahmanirrahim

(Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

  1. Ini adalah piagam dari Muhammad Rasulullah Saw di kalangan kaum mukminin dan kaum Muslimin (yang berasal) Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.
  2. Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.
  3. Kaum muhajirin dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara kaum mukminin.
    1. Bani ‘Auf sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
    2. Bani Sa’idah sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
    3. Bani al-Haris sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
    4. Bani Jusyam sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
    5. Bani Najjar sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
    6. Bani Amr ibn ‘Auf sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
    7. Bani al-Nabit sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
    8. Bani al-‘Aws sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum mukminin.
  4. Sesungguhnya mukminin tidak membiarkan orang yang berat menaggung utang di antara mereka tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.
  5. Seorang mukmin tidak boleh membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya tanpa persetujuan darinya.
  6. Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara dzalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan kaum mukminin.
  7. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.
  8. Seorang mukmin tidak boleh membunuh mukmin lainnya lantara membunuh orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang mukmin.
  9. Jaminan Allah satu dan jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat.
  10. Sesungguhnya kaum mukminin itu saling membantu, tidak tergantung kepada golongan lain.
  11. Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (kaum mukmin) tidak terdhalimi dan ditentang olehnya.
  12. Perdamaian kaum mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mikmin lainnya di dalam satu pererangan di jalan Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.
  13. Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu-membahu satu sama lain.
  14. Kaum mukminin itu membalas pembunuh lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang mukmin dan bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.

Piagam Madinah ini ditulis di rumah Ummu Ummi Sulaim binti Milham (ibu Anas) yang menjadi tempat berkumpul kaum Muslimin dengan Rasulullah Saw.

1-3-2022

Sumber:

-Prof. Husain Mu’nis

-Dr. M Said Ramadhan al-Buthi

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di Politik, sejarah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s