Martin Lings, Menulis Sejarah Rasul

Martin Lings (Author of Muhammad)
gr

Martin Lings memiliki nama Muslim Abu Bakr Siraj Ad-Din. Lahir tanggal 24 Januari 1909 di Burnage, Lancashire, Inggris dan ia meninggal di Westerham, Kent County, Inggris pada 12 Mei 2005. Lings dibesarkan dalam keluarga Kristen Protestan. Mengikuti ayahnya ia menghabiskan masa kecilnya di Amerika Serikat. Ketika keluarganya kembali ke Inggris ia didaftarkan di Clifton Collage, Bristol. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di Magdalen College, Oxford. Ia belajar sastra Inggris dan memperoleh gelar BA tahun 1932. Pada tahun 1935 ia memutuskan pergi ke Lithuania untuk menjadi pengajar di studi Anglo-Saxon dan Inggris Tengah di Universitas Kaunas. Setelah tahun 1952 ia meneruskan pendidikan pada School of Oriental and African Studies, London, hingga mencapai doktor. Tahun 1955 Lings bekerja sebagai asisten ahli naskah kuno dari kawasan Timur pada British Museum selama sekitar 20 tahun. Tahun 1973 ia merangkap bekerja di British Library, dan ia memfokuskan pada kaligrafi al-Qur’an.

Ketika tahun 1939 Lings datang ke Mesir mengunjungi sahabatnya yang mengajar di Universitas Kairo, Rene Guenon. Temannya itu sebagai asisten filsuf Prancis. Namun saat kunjungannnya itu temannya mengalami kecelakaan lalu lintas. Kemudian Lings diminta untuk mengisi posisi temannya itu, dan ia menerimanya.

Lalu, Lings mulai belajar bahasa Arab dan mempelajari Islam. Ia berkenalan dengan ajaran sufi Sadzaliyah dan setelah lama berhubungan dengannya ia menetapkan untuk masuk Islam. Sejak saat itulah ia menjadi pribadi yang baru dengan nama Abu Bakr Siraj Ad-Din. Setelah masuk Islam ia semakin dekat dengan Rene Guenon, yang lebih dulu memeluk Islam.

Ketika ia tinggal di Mesir ia menikah dengan Lesley Smalley. Keduanya tinggal di kamp pengungsi. Namun saat terjadi revolusi anti-Inggris oleh kaum nasionalis di Mesir, Lings memutuskan untuk kembali ke Inggris pada tahun 1952.

Islam, bagi Lings, tidak sekedar agama, namun juga sebagai petunjuk hidup umat manusia. Ia terkesan dengan Al-Qur’an dan pribadi Rasulullah Saw. Oleh karena kecintaannya itulah ia menulis tentang kehidupan Nabi Saw. Ia menulis berdasarkan sumber asli dan bukan dari tangan kedua. Bukunya berjudul Muhammad: His Life Based On the Earliest Sources (1983) yang telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Ia menulis buku-buku lainnya, The Sacred Art of Shakespeare, A Sufi Saint of the Twenteth Century (Wali Sufi Abad Duapuluh), Religion in the Middle East, What is Sufism, dan lainnya.

Ia menulis sejarah hidup Nabi Muhammad Saw dengan penuh cinta. Sumber-sumber yang ia gunakan adalah sumber awal. Dari awal kehidupan Nabi hingga wafatnya ditulis dengan hidup dan mencerminkan kehidupan Rasul sebagai kekasih Allah.

Sejarah hidup Nabi yang ditulisnya tidak sekedar rententan peristiwa yang kering. Ia menulis dengan sepenuh hati sebagai Muslim, namun ia tidak kehilangan pijakannya dalam mengambil sumber. Ketika menuturkan suatu peristiwa ia menghadirkan argumentasi berdasar acuan yang jelas, juga berkaitan dengan sebab akibat dari suatu peristiwa. Ia mendasarkan tulisannya kepada karya klasik dari Ibn Ishaq, Ibn Sa’d dan al-Waqidi dan beberapa sumber lain juga kumpulan Hadits Nabi.

Berbeda hasilnya dengan penulis yang memiliki motif lain (niat), baik ia mampu mengakses sumber awal Islam dan apalagi jika hanya dari sumber kedua, tentu hasil akhirnya akan terlihat dengan gambaran yang kabur, negatif, buruk dan bahkan melecehkan.

Tentang hijrah ia menulis. “Nabi tiba di Madinah pada hari Senin, 27 September 622 M. berbagai kabar menyatakan bahwa penduduk Madinah sudah tidak sabar menunggu kedatangan beliau di sana. Maka, beliau tinggal di Quba hanya tiga hari penuh. Selama itu, beliau mendirikan sebuah masjid yang dibangun pertama kali dalam Islam. Pada hari Jumat pagi, beliau meninggalkan Quba. Pada siang harinya, beliau dan para sahabatnya berhenti di lembah Ranuna untuk shalat bersama Bani Salim dari suku Khazraj yang telah menunggunya. Ini adalah shalat Jumat pertama yang beliau lakukan di negeri yang mulai saat ini menjadi tanah airnya.”

“Selamat datang wahai Nabi Allah! Selamat datang wahai Nabi Allah!” begitulah luapan kegembiraan yang diserukan berulang-ulang oleh laki-laki dan perempuan, juga anak-anak yang berbaris di sepanjang jalan.” (h. 173)

Lings melukiskan bagaimana terjadinya beberapa perang, di antaranya perang Badar, mulai dari persiapan sampai kemenangan kaum Muslim. Nabi Saw tidak hanya mempersiapkan fisik pasukan tapi beliau juga berdoa untuk minta pertolongan-Nya. Sementara kaum Quraisy menyombongkan diri dengan jumlah pasukan yang banyak.

Cibinong, 11-8-2021

Sumber

Rep, 18 Januari 2010

Martin Lings, Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik, (Jakarta: Serambi, 2016), terj

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di Penulis, Tokoh dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Martin Lings, Menulis Sejarah Rasul

  1. luaydpk berkata:

    thank you all blogers and keep smile 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s