Legenda Snouck di Aceh

Rencong - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
rencong/ wp

Mengapa Aceh sulit ditaklukkan oleh kolonial Belanda?

Setelah Samudra Pasai, Aceh adalah satu kawasan paling awal yang dimasuki Islam di wilayah Indonesia. Ketika berdiri kerajaan Islam Aceh raja-raja silih berganti memimpin kerajaan Aceh. Islam berkembang dan mengakar kuat pada masyarakat Aceh. Ketika Belanda menjajah Nusantara terdapat beberapa kerajaan Islam yang tersebar yang sebagian sudah ditaklukkan dan sebagian masih merdeka, salah satunya Aceh. Prof. Teuku Ibrahim Alfian, sejarawan Aceh, mengatakan Belanda menyerang Aceh tahun 1873 dan agresi kedua dilakukan tahun itu juga.

Rakyat Aceh dengan gigih melakukan perlawanan hingga tokoh-tokoh pimpinan perang mereka ditangkap tahun 1912. Tahun itu dianggap sebagai perlawanan Aceh dapat dipatahkan penjajah Belanda. Namun, secara sporadis rakyat Aceh masih melawan dengan perang gerilya.

Rakyat Aceh melakukan perang, yang mereka namakan, jihad fi sabilillah melawan orang-orang kaphe’ (kafir), selama sekitar 40 tahun.

Di sekitar perang Aceh beredar berbagai kisah dan legenda.

Kekuatan orang-orang Aceh dengan Perang Sucinya dapat diberantas dengan Islam itu sendiri. Untuk tujuan itu maka didatangkan Snouck dari negeri Belanda. Namun, sebelum ia dikirim ke Aceh Snouck belajar Islam lagi semula di Jeddah lalu di Makah (1884-1885) dan sekaligus mengamati jamaah haji kaum pribumi Indonesia termasuk Aceh. Snouck bertugas mendekati tokoh-tokohnya dan Van Heutsz pelaksana lapangan.

Setelah ia mendapat bekal dari sana ia pergi ke Aceh, dengan cara merusak akhlak ulama dan rakyat Aceh dengan fatwa-fatwa palsunya yang merusak Islam.

Snouck antara lain mengatakan, bahwa ayat-ayat Al-Qur’an gunanya untuk azimat dan bukan sebagai petunjuk untuk kehidupan sehari-hari. Juga ia berkhutbah, agar tidak menggabungkan agama dengan politik.

Seterusnya Snouck berpakaian ala orang Arab, sebagai orang muslim dengan sorban putih.  Ia dikenal sebagai “Habib Kulit Putuh” yang dihormati, turunan nabi. Ia mendapat kehormatan besar. Setiap tempat yang dikunjunginya diadakan kenduri. Orang membiarkan ia menikmati hidangan lauk-pauk aneka macam, dan setelah itu orang-orang berebut sisa-sisanya, untuk mendapat keselamatan dan keberkahan hidup.

“Habib Kulit Putuh” hidup dalam masyarakat Aceh, ia menjadi imam shalat dan memberikan khutbah jumat di masjid-masjid. Tapi akhirnya terbukalah kedoknya sebagai penipu, yaitu seseorang terkejut memergokinya, Tuan Snouck sedang buang air kecil sambil berdiri dan menghadap kiblat! Dan bahkan ada kisah lain, secara tak terduga ketika mandi tuan “Habib Kulit Putuh” diketahui tidak dihitan.

Sejak saat itu ia kehilangan kewibawaan di mata para ulama.

Itulah legenda yang beredar dalam masyarakat Aceh. Sebagian diolah dari kisah Van Koningsveld.

Cibinong, 30-6-2021

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di kisah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Legenda Snouck di Aceh

  1. luaydpk berkata:

    terimakasih semua sahabat bloger 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s