Perjuangan Keturunan Arab di Indonesia

Berbeda dengan orang asing lainnya seperti orang-orang Cina dan orang-orang Eropa, orang-orang turunan Arab sudah lama menetap dan dekat dengan orang-orang pribumi Indonesia. Bukan saja dekat dari segi agama juga mereka turunan dari ibu-ibu Indonesia dengan bahasa ibu mereka dan kadang tanpa mengetahui bahasa Arab.

Mereka banyak memiliki hubungan dengan penduduk pribumi Indonesia sebagai pedagang. Dengan orang-orang seagama mereka ikut berpartisipasi dalam kehidupan keagamaan pada kebanyakan orang-orang Indonesia. Di samping itu, mereka masih berminat untuk mengikuti perkembangan situasi di kawasan negeri Arab (untuk tidak menyebut ‘timur tengah’, sebab sebutan itu bagi mereka yang ada di Eropa barat) melalui berbagai pemberitaan, baik koran maupun majalah, seperti al Urwatul Wustqa.

Orang-orang keturunan Arab berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Untuk itu mereka mendirikan Persatuan Arab Indonesia (PAI) pada 5 Oktober tahun 1934 di Semarang. (Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, 1991)

Perkumpulan itu bergerak di bidang sosial dan agama. Namun, pada tahun 1937 dalam kongresnya PAI memasuki juga jalur politik. Organisasi itu mendukung cita-cita orang Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, sejajar dengan Belanda, dan menentukan nasib sendiri dalam hubungan Rijksverband Nederland.

Pada tahun 1939 PAI sudah tersebar di seluruh Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Maluku dsb. Di mana terdapat kelompok keturunan Arab, di situ berdiri  PAI.

Pada tahun pertama berdirinya PAI dipimpin oleh AR. Baswedan. Dan untuk menghindari perpecahan dalam tubuh PAI, organisasi ini tidak menggunakan gelar “sayid”, dan sebagai ganti perkataan “saudara”. Yang menjadi dasar adalah bahwa orang Islam itu bersaudara. Juga sudah umum perkataan itu di kalangan pergerakan Indonesia.

Untuk menyebarkan ide-ide yang diusung PAI, seorang pemuka PAI di Surabaya Hoesin Bafaqih mendirikan majalah Aliran Baroe, yang sehaluan dengan majalah al-Manar yang terbit di Mesir. (Hamid al-Gadri, Islam dan Keturunan Arab, 1996)

Bogor, 20-1-2020

Tentang luaydpk

on history.....
Pos ini dipublikasikan di sejarah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perjuangan Keturunan Arab di Indonesia

  1. luaydpk berkata:

    Thank you likenya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s