Hamka

Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Lahir 16 Februari 1908 di Maninjau, Sumatra Barat dan wafat Jakarta 24 Juli 1981. Dikenal sebagai ulama, penulis produktif, dan mubaligh di Asia Tenggara. Ia seorang otodidak. Ia menguasai bahasa Arab.

Tahun 1924 ia pergi ke Jawa, dan ia banyak belajar dari para tokoh pergerakan. Tahun 1927 ia pergi haji dan bermukim selama lebih kurang 6 bulan di Makkah, lalu kembali ke kampung halamannya.

Pada Muktamar Muhammadiyah ke-32 di Purwokerto 1953 ia terpilih menjadi anggota pimpinan pusat Muhammadiyah hingga 1971.

Pada masa Departemen Agama dipimpin KH Abdul Wahid Hasyim 1956 ia menjadi dosen di PTAIN Yogyakarta; Universitas Islam Jakarta; Fakultas Hukum dan Falsafah Muhammadiyah di Ujung Pandang; Universitas Muslim Indonesia di Makasar; Universitas Islam Sumatra Utara di Medan. Dan tahun 1959 ia menjadi anggota konstituante, dan tahun itu juga mendirikan majalah Panji Masyarakat. Tahun 1975 ketika MUI pusat berdiri ia menjadi ketua umum pertama hingga 1980. Ia mendapat gelar Doktor honoraris Causa dari Universitas al-Azhar, Cairo, makalah berjudul “Pengaruh Muhammad Abduh di Indonesia”.

Ia banyak menulis mulai sejarah, tasawuf, agama dll, fiksi dan non-fiksi: Tenggelamnya Kapal van der Wijck (fiksi); Sejarah Umat Islam 1-4 (Jakarta: B Bintang, 19); Kenang-kenangan Hidup, (Jakarta: Gapura, 1951); Antara Fakta dan Khayal: Tuanku Rao, (Jakarta: B Bintang, 1964); karya besarnya Tafsir Al-Azhar (30 juz) ketika ia ditangkap dan dipenjara 1964, dan  Ayahku, (Jakarta: Jayamurni, 1949,1982).

Hamka, dikatakan oleh Deliar Noer walaupun ia tidak menempuh studi formal, ia dimasukan sebagai sejarawan. Dalam bukunya Ayahku secara khusus ia menceritakan mengenai haji rasul, Syekh Abdulkarim Amrullah dari masa kelahiran hingga meninggal, 10 Februari 1879 – 1948. Juga mencakup mengenai perkembangan Islam di Minangkabau dan Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan. Dikisahkan pula tentang guru-gurunya, di antaranya Syekh Ahmad Khatib dan beberapa ulama yang menentangnya serta murid-muridnya.

Abdulkarim Amrullah adalah pelopor gerakan Islam “Kaum Muda”  di Minangkabau, Sumatra Barat.

Depok, 23 September 2014

Tentang luaydpk

I try to write about history.....
Pos ini dipublikasikan di Indonesia, Tokoh dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hamka

  1. luaydpk berkata:

    Thank you all brothers for liking this post!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s