Akhlak Nabi Muhammad SAW (The prophet struggle in early history)

Surely you (Muhammad) have a Sublime Character
(al-Qalam/ The Pen: 4)

Kita sebagai umat nabi Muhammad Saw harus mengetahui sejarah perjuangannya yang mencakup berbagai aspek kehidupan agar kita dapat meneladaninya. Di antara cakupannya yang luas ada aspek yang perlu kita perhatikan, yaitu akhlak atau perilaku. Sebagai pendakwah beliau memiliki akhlak yang agung, sebagaimana dalam Al-Quran disebutkan.
Dan Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung”. (QS Al-Qalam: 4)

Sebelum menjadi nabi beliau telah menadapat julukan “Al-Amin” (yang dipercaya). Hal ini sebagai tanda bahwa beliau telah dipersiapkan Allah sebagai utusan yang akan mengajak manusia ke jalan lurus, yakni Islam. Jauh sebelum nabi lahir pun berita akan kedatangannya telah tertulis dalam kitab Injil dan hal ini dibenarkan oleh para pemuka agama terdahulu yang jujur dan tulus.

Perilaku beliau patut kita teladani. Karena memang beliau diutus untuk menegakkan akhlak. “Sesungguhnya aku diutus (ke dunia) untuk menyem-purnakan akhlak manusia” (hadits nabi).

Ketika Nabi Muhammad Saw hidup mayarakat Arab Jahiliyah sudah tidak mempunyai akhlak atau perilaku yang baik yang bersumber dari ajaran Allah. Perilaku mereka hanya berdasarkan ukuran duniawi atau materi. Dalam keadaan demikian Nabi Saw diutus oleh Allah untuk memperbaiki akhlak manusia. Bukan hanya untuk bangsa Arab, namun juga untuk semua manusia yang hidup sezaman dengan Nabi hingga akhir zaman. Bahkan keberhasilan beliau diabadikan oleh Michael Hart, yang menulis 100 tokoh yang mempengaruhi dunia.

Dalam keluarga beliau menerapkan bagaimana antaranggota keluarga saling menghormati. Bagaimana perilaku anak kepada orang tuanya, atau sebaliknya. Etika yang dicontohkan dalam kehidupan Rasulullah Saw sangat penting agar kita sebagai umatnya dapat mengikutinya. Tanpa contoh semacam itu kita akan kesulitan untuk mengetahui mana yang baik dan yang jelek. Hal itu telah dituliskan baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Hadits.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanyalah kepadaKu kamu kembali”.(QS Luqman : 14)

Dalam bertetangga pun beliau memberikan contoh, bagaimana bertetangga yang baik. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Saw:

(ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﷲ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡﺍﻻﺧﺮﻓﻠﻴﻜﺮﻡ ﺟﺎﺭﻩ ﴿ﺭﻭﺍﻩﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya”. (HR. Bukhari)
Apa yang telah dilakukan Nabi Saw dan para sahabatnya dapat kita jadikan contoh untuk kita saat ini. Dibandingkan dengan saudara kita agama lain kita lebih beruntung karena kita mempunyai tata cara yang jelas yang dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari do’a bangun tidur hingga akan tidur telah diberikan contoh oleh Rasulullah Saw. Semua itu dapat kita jadikan tolak ukur apakah kita masih setia pada norma-norma Islam atau tidak?

Bagaimana kita memulainya? Tentu saja dimulai dari diri sendiri, keluarga sendiri dan terus ke tetangga dan seterusnya. Apakah anak-anak kita telah kita biasakan sejak dini untuk melatih diri dengan contoh-contoh perilaku yang baik dalam Islam. Bagi seorang anak contoh yang paling dekat dan mudah ditiru adalah figur kedua orang tuanya. Mulai dari cara makan, bicara, berpakaian, berterima kasih atau minta maaf. Hal-hal semacam itu kelihatannya sepele, namun bila tidak dibiasakan sejak dini, maka akan kesulitan dalam melakukannya ketika anak sudah beranjak dewasa.

Memang pendidikan akhlak atau etika harus dimulai sejak kecil. Karena ia harus diinternalisasi atau disadari dalam diri, sehingga tidak perlu dorongan dari luar. Namun perilaku baik anak berdasarkan kesadarannya sendiri. Hal ini akan menimbulkan efek positif. Ketika ada hal-hal negatif yang datang padanya ia akan mempunyai benteng moral yang kuat dan mampu menolaknya.

Untuk saat ini kita memang kesulitan. Sebab ketika kita mengajak kepada kebaikan, di lain pihak media massa elektronik seperti tv, radio dan juga media cetak seperti koran, tabloid dan majalah justru mengajak kepada kemunkaran. Namun, insyaallah bila kita gigih dan kreatif berusaha kita akan bisa mengatasinya.

Depok, 2014
lu’ay

________________________

Sejarah nabi Saw banyak ditulis, diantaranya Husein Haikal, M Gazali, Martin Lings dll., tentang adab dapat dibaca Adabu nabawi.

 

Tentang luaydpk

I try to write about history.....
Pos ini dipublikasikan di Dakwah, kisah, Nabi Muhammad SAW, Riwayat hidup dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Akhlak Nabi Muhammad SAW (The prophet struggle in early history)

  1. aftinanurulhusna berkata:

    Boleh saya share tulisan ini di blog saya?

  2. luaydpk berkata:

    Thank you all for liking my post!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s