Masjid Istiqlal

Freedom
Masjid Istiqlal
Istiqlal mosque

The Istiqlal Mosque was built during the Soekarno era as a symbol of Indonesian independence.

Masjid Istiqlal berlokasi di Taman Wijayakusuma, Jakarta Pustat. Masjid Istiqlal dapat menampung sekitar seratus ribu jamaah. Terdiri atas beberapa bangunan, gedung induk, gedung pendahuluan dan emper penghubung, teras luas dan emper keliling, menara, halaman dan taman, ruang wudu dan toilet, serta lantai dasar. Lantai dasar seluas 25. 000 m² dimanfaatkan untuk beberapa kantor, perpustakaan, dan sekolah.  

Berawal dari keinginan umat Islam Indonesia untuk memiliki masjid nasional, yang dapat menampug banyak jamaah. Lalu dibicarakanlah sekitar tahun 1950 oleh KH Ahmad Wahid Hasyim (Menteri Agama) dan H Anwar Tjokroaminoto, dan pembicaraan terus berlanjut hingga terbentuklah yayasan. Ketika ide itu sudah pinal maka diajukanlah kepada presiden Sukarno dan disetujuinya.

Setelah disayembarakan terkumpullah maket masjid Istiqlal tanggal 30 Mei 1955 sekitar 27 maket dan tim juri yang terbentuk kemudian memilih salah satunya. Maket yang terpilih adalah hasil rancangan F Silaban dengan catatan penyempurnaan.

Realisasi pembangunan masjid Istiqlal dimulai tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan Maulid nabi Muhammad saw dengan meletakkan tiang pertama oleh Presiden Sukarno. Stelah selesai pembangunannya pada tanggal 31 Agustus 1967 Masjid Istiqlal dibuka dengan azan pertama untuk shalat magrib dan tanggal 29 September 1967 untuk shalat Jumat. Setelah itu proses pembangunannya terus dilanjutkan.

Tanggal 15 Oktober- 15 November 1991 diadakan Festival Istiqlal, yaitu festival kebudayaan Indonesia yang bernafaskan Islam, di masa lalu hingga masa kini. Dalam festival ini beberapa tokoh pemikir diundang untuk berbicara, baik dari negeri sendiri maupun dari dunia Islam.

Festival Istiqlal ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dengan jumlah pengunung yang ribuan.

Dalam Festival Istiqlal tahun 1991 ini ada beberapa kegiatan di antaranya, penulisan mushaf Al-Qur’an, pameran arsitektur, seni rupa tradisional dan modern, kitab al-Qur’an, naskah dan buku, kuliner, busana, seni pertunjukan seni baca al-Qur’an, teater, music, tari, baca puisi dan film, dan forum ilmiah symposium, diskusi dan ceramah, serta sayembara azan dan kaligrafi. Sejumlah negeri jiran pun mengikutinya, di antaranya Malaysia, Brunei, Pakistan dan Singapura.

Ensiklopedi Islam, 1994

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di Indonesia, sejarah dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Masjid Istiqlal

  1. luaydpk berkata:

    Thanks for all liked!

  2. Aimer Shama berkata:

    Haha lovely mosque that breaks all the norms of architecture. It looks like a parliament yet is modernly beautiful!

  3. luaydpk berkata:

    that architec’s deign after selction in competition

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s