Syekh Muhammad Al-Ghazali

Al-Ghazali lahir di desa Nakhla al-Inab, Itay al-Barud, Buhairah, Mesir (22 September 1917 M). Syekh Al-Ghazali dibesarkan di lingkungan keluarga  agamis yang sibuk di dunia perdagangan. Ayahnya seorang hafidz al-Qur’an dan sang anak menghapal Qur’an sejak usia sepuluh tahun.

Pendidikan dasar hingga perguruan tinggi ditempuhnya di lingkungan Al-Azhar, di Iskandariyah dan Kairo. Pada mulanya al-Ghazali menerima ilmu dari guru-guru di kampungnya. Sekolah dasar sampai menengah atas di Iskandariyah. Kemudian ia melanjutkan pada Fakultas Ushuluddin dan mendapat ijazah pada tahun 1361 H/1943 M. Ia mendapat gelar Magister di bidang Dawah wal Irsyad tahun 1362 H/ 1944 M. Para guru yang paling berpengaruh saat ia belajar di antaranya yaitu, Syekh Abdul Aziz Bilal, Syekh Ibrahim al-Gharbawi, Syekh Abdul ’Azhim az-Zarqani, dll.

Setelah menyelesaikan studi, Syekh Muhammad al-Ghazali menjadi imam dan khatib di masjid al-‘Atabah Al-Khadira. Setelah itu ia banyak mendapat jabatan secara berurutan, Dewan Urusan Masjid, Dewan Penasehat Al-Azhar, Wakil Dewan Urusan Masjid, Direktur Pelatihan, Direktur Dakwah wal Irsyad (Dakwah dan Penyuluhan). Oleh karena aktivitasnya , pada tahun 1944 Syekh Al-Ghazali dijebloskan penjara Ath-Thur selama satu tahun dan penjara Tharah 1965  selama beberapa waktu.

Ia pernah menjadi dosen tamu di Universitas Ummul Qura, Makah , tahun 1971. Tahun 1981 ditunjuk sebagai wakil menteri, dan kemudian ia memegang jabatan ketua Dewan Keilmuwan Universitas Al-Amir Abdul Qadir Al-Jazaairi al-Islamiyah di Aljazair selama lima tahun.

Syekh Muhammad Al-Ghazali berdakwah di berbagai tempat. Perjuangan dakwahnya tidak hanya di kota kelahirannya, Mesir,  namun ia merambah ke berbagai kawasan. Dan bahkan kawasan mulai dari Amerika, Asia Tenggara hingga Australia mengenal aktivitas dakwah dan kejeniusan pemikiran Syekh Al-Ghazali. Kepeduliannya terhadap nasib dan kondisi buruk yang menimpa umat Islam di kawasan Arab, Afrika sampai Asia, tak diragukan lagi. Seluruh hidupnya didekasikan untuk berdakwah membangkitkan umat Islam dari keterpurukannya.

Semasa kuliah, aktivitas pergerakan dakwah Islam mulai memasuki kehidupan Syekh Muhammad al-Ghazali. Ia direkrut oleh Imam Hasan al-Banna menjadi salah seorang anggota, tokoh dan juru bicara Ikhwanul Muslimin. Juga ia pernah menjadi penasehat dan pembimbing di Kementerian Wakaf, ketua Dewan Kontrol Masjid, ketua Dewan dakwah, dan terakhir menjadi wakil kementerian Wakaf dan Urusan Dakwah Mesir. Sebagai akademisi, ia menjadi guru besar di berbagai Negara Islam, seperti Universitas al-Azhar (Mesir), Ummul Qura (Makah), King Abdul Aziz (Jeddah), Qathar, dan Aljazair. Selama hidupnya ia telah menghasilkan lebih dari 60 buah buku, berkaitan dengan pemikiran, syariat maupun akhlak.

Diantara buku-bukunya yang dikenal, antara lain, sebagai berikut: Fiqhu Sirah; Aqidatul Muslim; ‘ilalun wa Adwiyah; Kaifa Nata’amal ma’al Qur’anul karim; Kaifa Nafhamul Islam; Hadza Dinuna; Ath-Thariqu min Huna; Al-Islam wal Audla’ul Iqthisadiyah; Al-Islam wal Manahijul Istirakiyah; Qazaaitul Haqq, dll.

Seluruh pemikiran Syekh Al-Ghazali bermuara pada usaha untuk membangkitkan umat Islam dari keterpurukannya. Sebagai seorang ulama Al-Azhar  yang sangat berkompeten dengan ilmu-ilmu keagamaan ia sangat memahami obat apa untuk umat yang sedang sakit saat ini. Sebagai dai ia memiliki semangat menggelora, keimanan mendalam, perasaan lembut, tekad membaja, lincah, gaya bahasa yang indah, memberi kesan mendalam, pandai bergaul dan pemurah. Sifat seperti ini diketahui setiap orang yang hidup bersamanya, menyertai atau bertemu dengannya. Aktif mengikuti perkembangan sosial dengan segala persoalannya, ikut menyelesaikan problematika umat, mengungkap dan mengingatkan umat tentang bencana yang ditimbulkan oleh setan-setan manusia dan jin, baik di Barat maupun di Timur.

Dr. Yusuf Qardhawi mengatakan, “Syekh Al-Ghazali salah satu tokoh Islam abad modern. Ia dai yang sulit ditemukan tandingannya di dunia Islam saat ini. Ia jenius dan keindahan katanya menawan hati, hingga saya dapat menghapal beberapa ungkapan, bahkan beberapa lembar tulisannya, lalu mengulang sesuai teks aslinya di beberapa ceramah”.

Pada kesempatan lain, Syekh Muhammad Al-Ghazali pernah berkata di hadapan publik, “Bertanyalah kepada Yusuf Qardhawi, karena ia lebih utama dariku. Dulu ia muridku, tapi sekarang aku muridnya”.

AlGhazali memang dikenal temperamental. Kemarahannya cepat meluap seperti ombak lautan yang menghanyutkan, atau seperti letusan gunung berapi yang meluluhlantakkan. Hal ini dikarenakan kebenciannya terhadap, baik pada dirinya atau orang lain, dan ia tidak suka mendzalimi atau didzalimi.

Syekh Al-Ghazali berpulang ke haribaan-Nya pada tanggal 9 Maret 1996 M di riyadh, Arab Saudi dan lalu dipindah ke Madinah al-Munawarah, untuk dimakamkan di al-Baqi’, sebagai penghormatan Amir Abdullah bin Abdul Aziz Ali Sa’ud kepadanya.

Dalam satu karyanya Menjawab 100 Soal Islam ia mengulas mengenai, di antaranya “Sejauh manakah Islam dapat Menerima Asas Negara Modern?” Ia mengatakan, “Tidak ada perbedaan antara keinginan fitrah yang sehat dan ajaran-ajaran agama yang suci. Kadang-kadang saya membenarkan sementara pemikiran keagamaan yang condong kepada pertimbangan fitrah sehat; dan ada kalanya juga, berdasarkan Wahyu Suci saya membenarkan beberapa cara yang dipandang sehat oleh kaum humanis.”

“Apakah Islam dapat membenarkan kalau seorang khalifah dipilih untuk masa jabatan tertentu (terbatas)?” Syekh menjawab.” Tidak ada nash yang melarang hal itu. Jika umat memandang hal itu sebagai cara terbaik untuk menjaga kemaslahatannya, yang paling efektif untuk melindungi kemerdekaannya, yang paling menjauhkan kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan, atau yang paling dapat mendorong penguasa bersikap rendah hati; maka penetapan cara tersebut tidak ada salahnya!”

Syekh AlGhazali mengatakan, bahwa sejarah kekhalifahan setelah berakhirnya zaman para Khulafaurasyidun bukanlah suatu teladan yang baik, dan bahkan patut disesali, serta oknum-oknumnya pun pantas untuk dikecam! Pada masa itu pemilihan khalifah tidak menempuh satu cara. Abu Bakar As-shiddiq ra dipilih oleh ahl hall wal aqd (tokoh-tokoh terkemuka yang saleh dan berilmu) secara langsung. Umar ibn Khatththab ra ditunjuk moleh khalifah yang masih menjabat stelah memperoleh persetujuan umum. Cara ini karena negara dalam keadaan darurat menghadapi perang melawan Romawi dan Persia. Utsman ibn Affan ra dipilih di antara enam sahabat Nabi terkemuka yang ditunjuk oleh khalifah Umar, dan kemudian dibai’at oleh kaum Muslim. Ali ibn Abi Thalib ra dibai’at oleh kaum Muslim secara bebas, beberapa hari kemudian setelah khalifah Utsman gugur akibat pemberontakan.

Cara-cara demikian menunjukan kaum Muslim dibolehkan menempuh berbagai cara pemilihan untuk mencegah timbulnya kekuasaan otoriter. Tidak ada seorang Muslim pun yang berani dan berwenang mengharamkan suatu perbuatan yang tidak diharamkan oleh nash Al-Qur’an dan Sunnah rasul, atau oleh hukum qiyas yang jelas, atau karena pertimbangan akan akibat-akibatnya yang diharamkan oleh syara’. “Sesuatu yang mendatangkan maslahat, disitulah syariat Ilahi diterapkan”.

Adanya partai-partai politik dan kelompok oposisi, untuk menemukan kebenaran dengan tetap menghormati hak mayoritas.  Hal ini agar jangan ada seseorang atau kelompok dapat memaksakan pendapatnya kepada orang lain.

Dalam sejarah Islam bangak contoh parea tokoh Muslim dipenjara dan dilenyapkan oleh penguasa otoriter, yang merasa kekuasaannya terancam.

Ada orang- orang yang memerintah atas nama Islam, mereka terdiri dari beberapa puluh “khalifah” dari tiga atau empat dinasti, dan pemerintahan mereka mlampaui batas. Akhinya, kekuasaan mereka runtuh ditangan bangsa Mongol yang dipimpin Jengis Khan tahun 1258 M. Kehalifahan tersebut dimonopoli oleh Abbasyiah (keturunan Abbas bin Abdul Muthalib), lalu Utsmaniyah (Ottoman). Lalu Syekh bertanya, Apakah hal ini yang dipertahankan Islam? Dan menolak pembatasan masa jabatan dan partai-partai politik?

Tentang luaydpk

I try to write about history.....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s