Mengenal Islam

Islam berakar dari kata sin-lam-mim (s-l-m), yang berarti selamat, damai dan berserah diri kepada Allah Swt. Kata agama dalam Islam disebut diin. Agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam, sebagaimana dalam Qur’an, Inna diina ‘indallahil islam. Sumber agama Islam adalah kitab al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri adalah kitab yang diwahyukan kepada nabi Muhammad Saw sebagai kitab terakhir dan sempurna. Semua ajaran dalam kitab-kitab wahyu terdahulu tercakup dalam al-Qur’an dan sekaligus sebagai kitab up date dari kitab-kitab sebelumnya yang mengalami perubahan, teutama tentang tauhid.

Dalam kitab sebelumnya ajaran-ajaran yang ada di dalamnya masih terbatas. Sementara dalam al-Qur’an lebih luas mencakup aqidah dan syariah.

Jika kita mengamati sejarah perjalanan Islam yang dibawa nabi Muhammad Saw , maka kita akan memahami tahapan yang dikenalkan oleh beliau dalam dakwahnya. Pada periode awal dakwahnya nabi Muhammad Saw sekitar 13 tahun di Makah beliau mengenalkan dan memperkuat aqidah Islam, yakni tentang keimanan kepada Allah Swt. manusia dilarang menyekutukan Allah. Ketika akhirnya Makah ditaklukkan (futuh makkah) semua patung di sekitar Ka’bah dihancurkan. Tuhan-tuhan palsu itu semua dimusnahkan. Mereka menyembah Allah secara langsung tidak melalui perantara. Pada periode selanjutnya setelah Nabi Saw hijrah ke Madinah. Di Madinah Nabi Saw membangun umat berdasarkan keimanan, sekitar selama 10 tahun.. Masyarakat Islam yang telah ada itu dikenalkan dengan berbagai aturan. Wahyu yang turun pada periode ini kebanyakan berkaitan dengan hukum-hukum yang harus dijalankan kaum muslimin.

Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril selama kurang lebih 23 tahun. Kitab ini adalah sumber utama ajaran Islam bagi umat Islam. Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk bagi manusia (huda linnaas).

Untuk memahami al-Qur’an secara langsung seseorang harus menguasai bahasa Arab. Bagi yang tidak bisa bahasa Arab untuk memahami pesan al-Qur’an dapat melalui terjemah al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk bagi manusia. Pesan di dalamnya bersifat umum (global). Oleh karena itu Nabi Saw menguraikannya agar dengan terperinci, yang disebut Hadits. Jadi Hadits berfungsi sebagai penjelasan al-Qur’an. Sebagai contoh, jika di dalam al-Qur’an dikatakan, aqimu shalah, “dirikanlah shalat…”, maka dalam Hadits dijelaskan, shalat apa dan berapa rakaat dan seterusnya.

Hadits ini sebagai sumber kedua dalam ajaran Islam setelah al-Qur’an. Hadits sendiri bermakna ucapan, perilaku dan persetujuan nabi Muhammad Saw.

Setiap Muslim wajib mempelajari ajaran agamanya sendiri (fardhu ‘ain). Sebab, dalam Islam tidak ada dominasi pemahaman oleh kalangan tertentu dan tidak ada struktur keagamaan. Semua Muslim sama sederajat, mengenai kualitas taqwa dan keimanan hanya Allah yang Maha Tahu. Bagi Muslim yang mau dan mampu mempelajari Islam bisa saja ia menjadi ulama (orang berilmu), kepada siapa Muslim bertanya tentang Islam.

Bagi Muslim yang telah mempelajari Islam dan memahaminya diwajibkan ia mengajak orang kepada Islam (dakwah). Dakwah dalam Islam tidak dengan paksaan, untuk beragama, yang dalam bahasa al-Qur’an, laa ikraha fii diin. Oleh karena itu orang yang hendak memeluk Islam harus tumbuh dari kesadaran diri sendiri. Kecuali, orang tua Muslim, kepada anaknya mereka harus mengenalkan dan mengajarkan Islam hingga anak itu dewasa dan mandiri. Tidak boleh mereka membiarkan anaknya tanpa bimbingan.

Juga Islam memiliki ketegasan dalam soal toleransi. Dikatakan dalam al-Qur’an, lakum diinukum waliyadiin, bagimu agamamu dan bagiku agamaku (QS surat al-Kafirun). Oleh karena dasar toleransinya jelas maka dalam perjalanan sejarahnya umat Islam tidak pernah memaksa kepada orang non-Islam untuk memeluk Islam.

Jika seseorang ingin memeluk Islam. Ia harus berniat dalam hati dengan membaca syahadah. Dilapalkan Asyhadu ala ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah, yang artinya, “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah”.

Seseorang yang ingin memepelajari Islam dengan sunguh-sungguh ia harus memiliki guru yang akan membimbingnya. Sebab belajar Islam tanpa guru yang benar-banar memahami Islam dan mengamalkannya akan menuju jalan yang sesat.

Yang pertama mengenai siapa Pencipta alam semesta? Allah dan sifat-sifatnya dan Utusan-utusan-Nya terutama utusan terakhir, Muhammad Saw. Melalui nabi Muhammadlah informasi mengenai Islam sampai kepada para sahabat, tabiin (pengikut) dan tabii tabiin hingga umat manusia.

Islam tidak hanya tentang soal aqidah dan syariah, tapi ia juga mencakup sejarah dan peradabannya yang membentang dari barat ke timur. Wallahu ‘alam.

Sumber

Ismali R al-Faruqi, Islam sebuah Pengantar, (1992)

Abul A’la al-Maududi, Islam Sebagai Pandangan Hidup, (1983)

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di Belajar dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s