Syekh al-Ghazali tentang Jalan Tengah

“Ajaran-ajaran Islam menjamin terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan jasmani dan rohani, tuntutan-tuntutan dunia dan akhirat. Untuk menjelaskan “jalan tengah” yang ditawarkan Islam ini, dikatakan kepada setiap manusia:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagian dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS al-Qashash: 77).

Dalam Islam tidak dikenal pemisahan antara amal dunia dan amal akhirat, sebab amal dunia dengan sendirinya akan menjadi ibadah kalau dibarengi dengan niat yang tulus dan tujuan yang mulia. Dalam Islam tidak dikenal penekanan aspek jasad atas aspek ruh, ataupun sebaliknya. Dalam Islam hanya ada pengaturan dan penataansedemikian rupa sehingga manusia menjadi makhluk yang terkendali keseimbangannya. Ia bukan seorang pendeta yang membunuh tuntutan-tuntutan naluriahnya. Ia juga bukan seorang materialis yang tidak pernah memperhatikan kebutuhan rohani dan tututan untuk meraih kemuliaan dan keabadian.

Islam memperingatkan manusia di muka bumi ini agar jangan melupakan keterikatannya dengan langit dan jangan masa bodoh dengan awal mula kejadiannya yang berasal dari tiupan ruh Allah. Kendati demikian, jasad pun mempunyai hak-hak tertentu yang harus dipenuhi. Allah berfirman ketika menyebutkan sifat para nabi-Nya:

Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tidak memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal (QS al-Anbiya: 8)

Akan tetapi, terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan jasadiah itu tidak lain hanya sebagai cara untuk melindungi hati dan piker, menjaga nurani dan akal. Jasmani yang kita miliki ibarat kaca lampu listrik. Ialah yang meneruskan cahaya, menyebarkan sianar.”

Syekh Muhammad al-Ghazali, (h.110-111)

Tentang luaydpk

on history..... "masa kini dan masa lampau akan muncul di masa depan..." ts eliot (the present and the past will appear in the future)
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s