Pendidikan Sepanjang Masa

“Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina”, hadits

Belajar tidak harus di sekolah. Belajar dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun. Namun, seiring waktu belajar dibakukan, dalam lembaga pendidikan seperti sekolah.

Banyak orang pada masa antara zaman pra kemerdekaan dan pascakemerdekaan berhasil menjadi penulis, pemikir, orator, pelukis dan sebagainya bukan hasil didikan di sekolah, namun mereka belajar secara bebas. Belajar secara bebas memiliki kelebihan, yakni berdasar minat dan bakat.

Saat ini cara belajar seperti itu disebut otodidak.

Namun, mungkinkah cara seperti itu saat ini dapat dilakukan? Bisa mungkin. Sebab saat ini lebih banyak tempat dan media belajar. Siapa pun bisa belajar tentang hal baru atau apa saja di lembaga kursus/ pelatihan, dan bisa juga seseorang belajar langsung kepada orang terbaik di bidangnya (seperti magang), internet, cd atau lainnya. Yang jelas asal kita memiliki kemauan, kita dapat belajar apa saja. Kemauan, konsisten dan yakin.

Orang-orang dulu ahli dalam bidang tertentu tak perlu titel. Yang terpenting adalah hasil dari apa yang dikerjakan seseorang. Untuk menghasilkan sesuatu yang baik, perlu belajar kepada yang terbaik, dengan cara yang benar.

“Dan sesunggungnya ilmu (untuk mendapatkannya) dengan belajar”, hadits Nabi dari Ibn Hajar

Ok Salam sukses!

Cibinong, 11 November 2011

Lu’ay

Tentang luaydpk

I try to write about history.....
Pos ini dipublikasikan di Belajar, diskusi, merdeka, Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s